Recent post
JakOnline- Sebelumnya perkenalkan nama saya Iqbal Darul, merantau dari daerah asal di Bekasi untuk belajar. Tahun 2012, menjadi tahun ketiga saya berada di Purwokerto, sebuah kota di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah , kota yang tenang, indah dan cukup dingin bila dibandingnkan dengan Jakarta. Kota yang terkenal dengan panganan khas tempe yang digoreng setengah matang, atau orang biasa mengenal dengan tempe Mendoan, yang kini hampir ditiap kota besar di Indonesia sudah banyak yang menjual
Disela aktifitas saya sebagai mahasiswa, bersama teman-teman lain yang juga senasib seperti saya perantauan untuk menuntut ilmu, dan memiliki satu kecintaan terhadap Persija, bersama masyarakat asli disini yang juga tidak sedikit yang memilih Persija sebagai klub yang disupport kami membuat sebuah komunitas Jakmania Purwokerto
Berdirinya komunitas Jakmania Purwokerto, yang semula dikenal sebagian teman-teman mungkin hanya kami melalui akun-akun kami baik melalui twitter (@jakpurwokerto ) ataupun facebook (Jak Purwokerto), Kami menamakan Jak Purwokerto sebagai komunitas karena memang kami belum menjadi korwil.
Pada awalnya, tidak ada niatan sama sekali bagi kami untuk membuat sebuah komunitas jak purwokerto, namun seiring berjalannya waktu ke waktu, masa kami kian bertambah dari hari ke hari. Berawal dari beberapa pecinta persija ( Waktu itu masih di dominasi oleh mahasiswa ) yang berinisiatif untuk mengadakan acara nonton bareng di setiap pertandingan persija yang di tayangkan secara langsung di televisi ( saat itu nobar masih di adakan di rumah salah satu rekan kami bung kunto namanya). Dari situlah tercetus ide untuk membuat sebuah komunitas Jak Purwokerto, tahun 2008, dan akhirnya kami memilih Jefri sebagai ketua dan Kunto sebagai wakilnya.
Beberapa kali acara nobar Persija dilaksanakan, Puncaknya saat nobar Persija laga antara Persib Bandung vs Persija Jakarta, dan untuk pertama kalinya acara nobar kali ini kami adakan di salah satu café yang tidak jauh dari kampus kami. Saat itu kami sangat bergembira karena bisa berkumpul bersama mendukung klub kebanggaan kami Persija Jakarta.
Namun tidak lama setelah pertandingan selesai terdengar raungan suara knalpot sepeda motor pendukung Persib Bandung, yang pada saat itu kami perkirakan jumlahnya mencapai ratusan motor. Ternyata benar saja mereka berusaha menyerang kami, pada saat itu jumlah kami sangatlah terbatas dan sangat jauh dengan jumlah mereka yang sangatlah banyak,mungkin sampai 200an orang. Sedangkan jumlah kami saat itu kami hanyalah 25-30 orang saja. Tidak ada tindakan apa-apa dari kami pada saat itu karena mengingat jumlah masa yang tidak seimbang. Selain itu kami berusaha menjaga nama baik kami di hadapan masyarakat Purwokerto khususnya.
Pada saat itu datang pihak kepolisian yang berusaha mengamankan masa yang sudah mulai melakukan tindakan anarkis. Perasaan yang kami rasakan saat itu tidaklah karuan, yang kami khawatirkan saat itu ialah ketika kami kembali ke rumah atau kost-kostan kita masing-masing mereka sudah bersiap menununggu kami lalu bisa saja menyerang kami habis-habisan, tetapi alhamdulilah seluruh teman-teman yang saat itu hadir nobar, bisa kembali ke tempat masing-masing dengan selamat. Kejadian yang sangat memalukan, saya pribadi menyebutnya sangat memalukan karena kejadian ini terjadi di kota orang lain dan itu adalah hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
Beberapa hari kemudian pasca insiden itu kami kembali berkumpul untuk melanjutkan agenda kita. Diawal kepemimpinan Jefri dan Kunto, komunitas Jak Purwokerto berjalan cukup baik, acara nobar yang diadakanpun cukup mendapat antusias yang baik dari teman-teman Jak Purwokerto, namun dikarenakan kesibukan beliau yang sedang mengerjakan tugas akhir kuliahnya, akhirnya diputuskan kepemimpinan sementara di serahkan kepada Galih dan di bantu oleh Deni (Denlay).
Beberapa minggu Galih dan Deni memimpin, kami mulai banyak di datangi masa yang notabenya berdomisili di purwokerto, mereka menyatakan ingin bergabung bersama kami. Setelah Galih dan Deni memimpin beberapa minggu, akhirnya kami memutuskan untuk memilih ketua baru, terpilihlah Ilham sebagai ketua Jak Purwokerto. Di dampingi 4 serangkai ( Angga, Niko, Willy dan Zaki) kami mulai banyak dikenal oleh masyarakat Purwokerto, kami juga sering mengadakan acara-acara seperti beberapa bulan lalu kami mengadakan acara lomba futsal antar SMA Sederajat Se-Kabupaten banyumas. Hal ini kami lakukan semata hanya ingin memperkenalkan keberadaan kami dan mengajak putra/putri asli daerah Purwokerto khususnya untuk bergabung bersama kami.
Disela aktifitas saya sebagai mahasiswa, bersama teman-teman lain yang juga senasib seperti saya perantauan untuk menuntut ilmu, dan memiliki satu kecintaan terhadap Persija, bersama masyarakat asli disini yang juga tidak sedikit yang memilih Persija sebagai klub yang disupport kami membuat sebuah komunitas Jakmania Purwokerto
Berdirinya komunitas Jakmania Purwokerto, yang semula dikenal sebagian teman-teman mungkin hanya kami melalui akun-akun kami baik melalui twitter (@jakpurwokerto ) ataupun facebook (Jak Purwokerto), Kami menamakan Jak Purwokerto sebagai komunitas karena memang kami belum menjadi korwil.
Pada awalnya, tidak ada niatan sama sekali bagi kami untuk membuat sebuah komunitas jak purwokerto, namun seiring berjalannya waktu ke waktu, masa kami kian bertambah dari hari ke hari. Berawal dari beberapa pecinta persija ( Waktu itu masih di dominasi oleh mahasiswa ) yang berinisiatif untuk mengadakan acara nonton bareng di setiap pertandingan persija yang di tayangkan secara langsung di televisi ( saat itu nobar masih di adakan di rumah salah satu rekan kami bung kunto namanya). Dari situlah tercetus ide untuk membuat sebuah komunitas Jak Purwokerto, tahun 2008, dan akhirnya kami memilih Jefri sebagai ketua dan Kunto sebagai wakilnya.
Beberapa kali acara nobar Persija dilaksanakan, Puncaknya saat nobar Persija laga antara Persib Bandung vs Persija Jakarta, dan untuk pertama kalinya acara nobar kali ini kami adakan di salah satu café yang tidak jauh dari kampus kami. Saat itu kami sangat bergembira karena bisa berkumpul bersama mendukung klub kebanggaan kami Persija Jakarta.
Namun tidak lama setelah pertandingan selesai terdengar raungan suara knalpot sepeda motor pendukung Persib Bandung, yang pada saat itu kami perkirakan jumlahnya mencapai ratusan motor. Ternyata benar saja mereka berusaha menyerang kami, pada saat itu jumlah kami sangatlah terbatas dan sangat jauh dengan jumlah mereka yang sangatlah banyak,mungkin sampai 200an orang. Sedangkan jumlah kami saat itu kami hanyalah 25-30 orang saja. Tidak ada tindakan apa-apa dari kami pada saat itu karena mengingat jumlah masa yang tidak seimbang. Selain itu kami berusaha menjaga nama baik kami di hadapan masyarakat Purwokerto khususnya.
Pada saat itu datang pihak kepolisian yang berusaha mengamankan masa yang sudah mulai melakukan tindakan anarkis. Perasaan yang kami rasakan saat itu tidaklah karuan, yang kami khawatirkan saat itu ialah ketika kami kembali ke rumah atau kost-kostan kita masing-masing mereka sudah bersiap menununggu kami lalu bisa saja menyerang kami habis-habisan, tetapi alhamdulilah seluruh teman-teman yang saat itu hadir nobar, bisa kembali ke tempat masing-masing dengan selamat. Kejadian yang sangat memalukan, saya pribadi menyebutnya sangat memalukan karena kejadian ini terjadi di kota orang lain dan itu adalah hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
Beberapa hari kemudian pasca insiden itu kami kembali berkumpul untuk melanjutkan agenda kita. Diawal kepemimpinan Jefri dan Kunto, komunitas Jak Purwokerto berjalan cukup baik, acara nobar yang diadakanpun cukup mendapat antusias yang baik dari teman-teman Jak Purwokerto, namun dikarenakan kesibukan beliau yang sedang mengerjakan tugas akhir kuliahnya, akhirnya diputuskan kepemimpinan sementara di serahkan kepada Galih dan di bantu oleh Deni (Denlay).
Beberapa minggu Galih dan Deni memimpin, kami mulai banyak di datangi masa yang notabenya berdomisili di purwokerto, mereka menyatakan ingin bergabung bersama kami. Setelah Galih dan Deni memimpin beberapa minggu, akhirnya kami memutuskan untuk memilih ketua baru, terpilihlah Ilham sebagai ketua Jak Purwokerto. Di dampingi 4 serangkai ( Angga, Niko, Willy dan Zaki) kami mulai banyak dikenal oleh masyarakat Purwokerto, kami juga sering mengadakan acara-acara seperti beberapa bulan lalu kami mengadakan acara lomba futsal antar SMA Sederajat Se-Kabupaten banyumas. Hal ini kami lakukan semata hanya ingin memperkenalkan keberadaan kami dan mengajak putra/putri asli daerah Purwokerto khususnya untuk bergabung bersama kami.
20 maret 2012
JakOnline- Akhirnya, setelah 3 tahun berlalu atau mungkin lebih, gw pulang kekampung halaman di Padang, Pariaman, Kayutanam, Pasar Usang Sebuah desa kecil yang mengisi sedikit lembaran kehidupan gw. Kampung kecil yang rata-rata diisi pleh para orangtua, entah kemana anak mudanya, merantau mungkin. Gw sendiri lahir dan besar dijakarta, pulang ke Padang baru rutin 10 tahun belakangan.
Perjalanan Tur Sumatra gw mulai pukul 06.00 dari kediaman gue didaerah bintaro menggunakan travel dengan tujuan bandara, gak ada yang spesial sepanjang perjalanan kecuali menjadi senderan tante2 (lumayan manis), ehmm untuk yang ini gak perlu iri ya..
Sampai di terminal 1c Bandara Soekarno Hatta langsung check in dan seperti sudah menjadi hal yang lumrah ketika gw harus menunggu 1 jam karena delay, akhirnya nomor penerbangan Y6-583 yang membawa gw memulai perjalanan ini berangkat 10.50 WIB, setelah kurang lebih membutuhkan waktu 1 jam 25 menit mendarat dengan mulus di Minangkabau International Airport
Untuk bisa sampai dirumah kampung halaman, gw kembali harus melakukan perjalanan via darat dengan travel dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam, yang buat gw harus banyak-berdoa sepanjang perjalanan karena supir travel dengan santainya sepanjang perjalanan dengan kecepatan 80km/jam malah melakukan aktifitas menelepon.
Sampe pasar usang ternyata udah tidak ada bangunan pasarnya, katanya sih terbakar atau mungkin dibakar, sampe rumah emak yang gak banyak berubah dari tahun ketahun kecuali cat dan atap yang ada perubahan.
Diajak jalan sama ibu itu harus siap dikenalkan ketetangga2 dan jadi tontonan, kenapa gw bs bilang jadi tontonan karena banyak orang yang ngeliat gw sampe nengok banget dan diliatin dari atas sampe bawah, berasa makhluk planet jadinya
21 maret 2012
Kebiasaan bangun pagi dijakarta kebawa sampe dipadang dan kaget jadinya, karena jam 06.00 masih gelap dan sepi banget. Kehidupan baru keliatan pukul 07.00. Gw sempet jalan-jalan ke Jembatan Ilir liat sawah dan bukit Lembah Anai dan nunggu matahari terbit
Pukul 10.00 gw ajak ibu ke Bukit Tinggi, cari tiket ke Sigli sekalian ajak nyokap jalan, lewatin Lembah Anai keinget sisa-sisa gempa 2009. Batu segede rumah 2 tingkat menutupi satu jalur dan tanah-tanah longsoran yang bikin suasana Lembah Anai mencekam saat itu.
Tidak lama kemudian tiket ke Sigli udah gw dapetin, dilanjutin nemenin ibu ke pasar Aur Kuning nyari bedcover buat kado nikahan ade tirinya, trus kepasar atas. Jam gadang yang sempet miring gara-gara gempa 2009 udah direnovasi, foto-foto sebentar terus cari makan didalam pasar, nasi kapau jadi pilihan, maknyussssss.
Balik dari Bukit Tinggi ibu turun di KayuTanam dan gw lanjut ke Padang karena janjian mau ketemu outsider Jak Padang. Dijemput Arief salah seorang founder Jak Padang langsung kekostannya dan ketemu Harris sama Nero (Jak Padang) dan beberapa anak-anak Jakarta yang kuliah di Padang, istirahat sambil sharing tentang Persija, Jakmania, Jakarta dan Wanita.
Selepas maghrib diajak Arief dan teman-teman Jak Padang lainnya cari makan di atok trus lanjut ke kopmil klenteng, Ngobrol-ngobrol gak terasa udah jam 01.00. Balik kekostan karena sudah kelelahan langsung istirahat.
22 maret 2012
Paginya balik ke KayuTanam karena gw belum packing buat berangkat ke Sigli nanti sore pukul 15.00. Sampe rumah langsung packing, mandi terus makan. Pukul 13.00 gw berangkat kebukit dengan asumsi sampai terminal Aur Kuning pukul 14.30
Bisnya telat, jadwal seharusnya berangkat pukul 15.00, ternyata baru berangkat pukul 18.00, dang w baru tau kalo bis yang gw tumpangi jurusannya justru ke Medan, jadi gw harus ganti bis di Medan dengan tujuan Sigli dengan PO yang sama.
Perjalanan dari Bukit Tinggi masuk Payukumbuh kebetulan pas waktu senja sore hari, mantab Viewnya sebelah kiri hamparan sawah dan dikanan Gunung Singkarak yang dilatar belakangi langit jingga.
Masuk wilayah Payakumbuh langsung aja gw kembali tercengang liat tebing dikiri kanan, batu-batu besar sebesar gedung bertingkat lima, pas masuk kelok 9 ternyata proyek pembangunan fly over kelok 9 sudah hampir rampung. Makin keren aja kelok 9. Lepas kelok 9 gw paksain buat tidur krena emang diluar udah gelap dan gak ada yg bisa dinikmatin.
23 maret 2012
Bis nya mulai bermasalah, ac nya gak hidup. Padahal udah masuk lintas Riau yang terkenal gersang berdebunya. Sampai akhirnya menemukan bengkel service dinamo didaerah Jl Sudirman bagan batu Riau, menunggu benerin dinamo 1 jam akhirnya bis melanjutkan perjalanan lagi dan alhamdulillah ac nya bisa hidup.
Diluar tetep terik dan berdebu, pemandangannya cuma perkebunan kelapa sawit sepanjang perjalanan lintas Riau dan masuk lintas Sumatera Utara. Sampai di Medan pukul 23.00, seharusnya kalo gak pakai telat sampai dimedan pukul 13.00, alhasil gw terpaksa nunggu bis pertama di pagi hari.
JakOnline- Akhirnya, setelah 3 tahun berlalu atau mungkin lebih, gw pulang kekampung halaman di Padang, Pariaman, Kayutanam, Pasar Usang Sebuah desa kecil yang mengisi sedikit lembaran kehidupan gw. Kampung kecil yang rata-rata diisi pleh para orangtua, entah kemana anak mudanya, merantau mungkin. Gw sendiri lahir dan besar dijakarta, pulang ke Padang baru rutin 10 tahun belakangan.
Perjalanan Tur Sumatra gw mulai pukul 06.00 dari kediaman gue didaerah bintaro menggunakan travel dengan tujuan bandara, gak ada yang spesial sepanjang perjalanan kecuali menjadi senderan tante2 (lumayan manis), ehmm untuk yang ini gak perlu iri ya..
Sampai di terminal 1c Bandara Soekarno Hatta langsung check in dan seperti sudah menjadi hal yang lumrah ketika gw harus menunggu 1 jam karena delay, akhirnya nomor penerbangan Y6-583 yang membawa gw memulai perjalanan ini berangkat 10.50 WIB, setelah kurang lebih membutuhkan waktu 1 jam 25 menit mendarat dengan mulus di Minangkabau International Airport
Untuk bisa sampai dirumah kampung halaman, gw kembali harus melakukan perjalanan via darat dengan travel dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam, yang buat gw harus banyak-berdoa sepanjang perjalanan karena supir travel dengan santainya sepanjang perjalanan dengan kecepatan 80km/jam malah melakukan aktifitas menelepon.
Sampe pasar usang ternyata udah tidak ada bangunan pasarnya, katanya sih terbakar atau mungkin dibakar, sampe rumah emak yang gak banyak berubah dari tahun ketahun kecuali cat dan atap yang ada perubahan.
Diajak jalan sama ibu itu harus siap dikenalkan ketetangga2 dan jadi tontonan, kenapa gw bs bilang jadi tontonan karena banyak orang yang ngeliat gw sampe nengok banget dan diliatin dari atas sampe bawah, berasa makhluk planet jadinya
21 maret 2012
Kebiasaan bangun pagi dijakarta kebawa sampe dipadang dan kaget jadinya, karena jam 06.00 masih gelap dan sepi banget. Kehidupan baru keliatan pukul 07.00. Gw sempet jalan-jalan ke Jembatan Ilir liat sawah dan bukit Lembah Anai dan nunggu matahari terbit
Pukul 10.00 gw ajak ibu ke Bukit Tinggi, cari tiket ke Sigli sekalian ajak nyokap jalan, lewatin Lembah Anai keinget sisa-sisa gempa 2009. Batu segede rumah 2 tingkat menutupi satu jalur dan tanah-tanah longsoran yang bikin suasana Lembah Anai mencekam saat itu.
Tidak lama kemudian tiket ke Sigli udah gw dapetin, dilanjutin nemenin ibu ke pasar Aur Kuning nyari bedcover buat kado nikahan ade tirinya, trus kepasar atas. Jam gadang yang sempet miring gara-gara gempa 2009 udah direnovasi, foto-foto sebentar terus cari makan didalam pasar, nasi kapau jadi pilihan, maknyussssss.
Balik dari Bukit Tinggi ibu turun di KayuTanam dan gw lanjut ke Padang karena janjian mau ketemu outsider Jak Padang. Dijemput Arief salah seorang founder Jak Padang langsung kekostannya dan ketemu Harris sama Nero (Jak Padang) dan beberapa anak-anak Jakarta yang kuliah di Padang, istirahat sambil sharing tentang Persija, Jakmania, Jakarta dan Wanita.
Selepas maghrib diajak Arief dan teman-teman Jak Padang lainnya cari makan di atok trus lanjut ke kopmil klenteng, Ngobrol-ngobrol gak terasa udah jam 01.00. Balik kekostan karena sudah kelelahan langsung istirahat.
22 maret 2012
Paginya balik ke KayuTanam karena gw belum packing buat berangkat ke Sigli nanti sore pukul 15.00. Sampe rumah langsung packing, mandi terus makan. Pukul 13.00 gw berangkat kebukit dengan asumsi sampai terminal Aur Kuning pukul 14.30
Bisnya telat, jadwal seharusnya berangkat pukul 15.00, ternyata baru berangkat pukul 18.00, dang w baru tau kalo bis yang gw tumpangi jurusannya justru ke Medan, jadi gw harus ganti bis di Medan dengan tujuan Sigli dengan PO yang sama.
Perjalanan dari Bukit Tinggi masuk Payukumbuh kebetulan pas waktu senja sore hari, mantab Viewnya sebelah kiri hamparan sawah dan dikanan Gunung Singkarak yang dilatar belakangi langit jingga.
Masuk wilayah Payakumbuh langsung aja gw kembali tercengang liat tebing dikiri kanan, batu-batu besar sebesar gedung bertingkat lima, pas masuk kelok 9 ternyata proyek pembangunan fly over kelok 9 sudah hampir rampung. Makin keren aja kelok 9. Lepas kelok 9 gw paksain buat tidur krena emang diluar udah gelap dan gak ada yg bisa dinikmatin.
23 maret 2012
Bis nya mulai bermasalah, ac nya gak hidup. Padahal udah masuk lintas Riau yang terkenal gersang berdebunya. Sampai akhirnya menemukan bengkel service dinamo didaerah Jl Sudirman bagan batu Riau, menunggu benerin dinamo 1 jam akhirnya bis melanjutkan perjalanan lagi dan alhamdulillah ac nya bisa hidup.
Diluar tetep terik dan berdebu, pemandangannya cuma perkebunan kelapa sawit sepanjang perjalanan lintas Riau dan masuk lintas Sumatera Utara. Sampai di Medan pukul 23.00, seharusnya kalo gak pakai telat sampai dimedan pukul 13.00, alhasil gw terpaksa nunggu bis pertama di pagi hari.
1).No one rules - persija(versi2)
2).Jak boys - go persija
3).Kojek - Persija juara persija jawara
4).BDJ - Persija sekarang dan selamanya
5).Jak boys - jangan ganggu persija
6).earchipilago - persija
7).Firli - persija pacar gue
8).unknown - persija marscc
9).Jak boyz - persija sampai mati
10).jakboyz - rojali
11).Unknwon - persija mars
12).M for j - persija menang
13).bhiyan dhanz jimmy - garis keras beraksi
14).Bhiyan dhanz jimmy - lagu untuk PERSIJA
15).Mental baja - jak angel's
16).Mental baja - don't worry
17).Mental baja - holiday at lebak bulus
18).Penyot sexy - pasukan orange
19).Pyramid - jak2Nang
20).Pyramid - jakarta2
21).Gusrak band - yo persija
22).Persija - you'll never walk a'lone
23).Fireyjak - going on the football
24).Jak pademangan - ampe lo mampus
25).Gondal gandul - persija harus menang
26).Penyot sexy - seperti persija
27).Gondal gandul - i can't stop loving persija
28).Mental baja - di atas metro
29).Mental baja - evrything persija
30).Mental baja - ayo nyanyi
31).Mental baja - jak kumpul
32).Mental baja - jak party
33).Mental baja - 6 februari
34).Mental baja - cuma persija
35).Gondal gandul - kartu merah
36).Orkes Biang Kerok - Kesurupan
37).Opini - bangkit persija
38).North batavia - kicir kicir
39).Bang yos feat siska mutia - macan kemayoran
40).The jak - orange orange kota-ku
41).The jak - ayo maju
42).Charamels - ku di lahirkan tuk menang
43).Gondal gandul - dua lima jigo
44).The hoolijak - persija di dada ku
45).Penyot sexy - pasukan oren
46).Mental baja - persijaku
47).Gondal gandul - bersama persija
48).Jelly tobing - di lapangan hijau
49).The hoolijak - kamu takkan pernah sendiri
50).Gondal - gandul - lagu kemenangan
51).P-sQuad - M.A.C.A.N
52).OBK - bangkit
53).OBK - la..la..la...O
54).OBK - mars kemayoran
55).Shania - viva persija
56).Orkes biang kerok - Loyalitas
57).Orkes biang kerok - Fuck derby
58).Gondal gandul - menembus tradisi
59).Penyot sexy - abang-nOne
60).Gondal gandul - jangan lawan persija
61).Budiman a.d - mars persija
62).Penyot sexy - 1 jakarta 1
63).Bung fery - 1 jiwa
64).Gondal gandul - jak medley
65).Jak pademangan - Viking anjing
66).Kobams - ku dukung kau persija
67).kickers - sang juara
68).Orkes biang kerok - bukan anak bawang
69).the jakmania - kesebelasan paling gaya
70).the hoolijak - oren-oren
71).jak pademangan - persija keren
72).orkes biang kerok - persija berlaga
73).pilot orange - ayo the jak
74).orkes biang kerok - ku anak jakarta
75).bung ferri - kesurupan
76).gondal gandul - kesurupan(album Gg N friend's)
77).gondal gandul - persija i Love you
78).Gondal gandul - jakarta kota gue
79).Aris dian purnomo - ayo persija
2).Jak boys - go persija
3).Kojek - Persija juara persija jawara
4).BDJ - Persija sekarang dan selamanya
5).Jak boys - jangan ganggu persija
6).earchipilago - persija
7).Firli - persija pacar gue
8).unknown - persija marscc
9).Jak boyz - persija sampai mati
10).jakboyz - rojali
11).Unknwon - persija mars
12).M for j - persija menang
13).bhiyan dhanz jimmy - garis keras beraksi
14).Bhiyan dhanz jimmy - lagu untuk PERSIJA
15).Mental baja - jak angel's
16).Mental baja - don't worry
17).Mental baja - holiday at lebak bulus
18).Penyot sexy - pasukan orange
19).Pyramid - jak2Nang
20).Pyramid - jakarta2
21).Gusrak band - yo persija
22).Persija - you'll never walk a'lone
23).Fireyjak - going on the football
24).Jak pademangan - ampe lo mampus
25).Gondal gandul - persija harus menang
26).Penyot sexy - seperti persija
27).Gondal gandul - i can't stop loving persija
28).Mental baja - di atas metro
29).Mental baja - evrything persija
30).Mental baja - ayo nyanyi
31).Mental baja - jak kumpul
32).Mental baja - jak party
33).Mental baja - 6 februari
34).Mental baja - cuma persija
35).Gondal gandul - kartu merah
36).Orkes Biang Kerok - Kesurupan
37).Opini - bangkit persija
38).North batavia - kicir kicir
39).Bang yos feat siska mutia - macan kemayoran
40).The jak - orange orange kota-ku
41).The jak - ayo maju
42).Charamels - ku di lahirkan tuk menang
43).Gondal gandul - dua lima jigo
44).The hoolijak - persija di dada ku
45).Penyot sexy - pasukan oren
46).Mental baja - persijaku
47).Gondal gandul - bersama persija
48).Jelly tobing - di lapangan hijau
49).The hoolijak - kamu takkan pernah sendiri
50).Gondal - gandul - lagu kemenangan
51).P-sQuad - M.A.C.A.N
52).OBK - bangkit
53).OBK - la..la..la...O
54).OBK - mars kemayoran
55).Shania - viva persija
56).Orkes biang kerok - Loyalitas
57).Orkes biang kerok - Fuck derby
58).Gondal gandul - menembus tradisi
59).Penyot sexy - abang-nOne
60).Gondal gandul - jangan lawan persija
61).Budiman a.d - mars persija
62).Penyot sexy - 1 jakarta 1
63).Bung fery - 1 jiwa
64).Gondal gandul - jak medley
65).Jak pademangan - Viking anjing
66).Kobams - ku dukung kau persija
67).kickers - sang juara
68).Orkes biang kerok - bukan anak bawang
69).the jakmania - kesebelasan paling gaya
70).the hoolijak - oren-oren
71).jak pademangan - persija keren
72).orkes biang kerok - persija berlaga
73).pilot orange - ayo the jak
74).orkes biang kerok - ku anak jakarta
75).bung ferri - kesurupan
76).gondal gandul - kesurupan(album Gg N friend's)
77).gondal gandul - persija i Love you
78).Gondal gandul - jakarta kota gue
79).Aris dian purnomo - ayo persija
The Jakmania
The Jakmania adalah kelompok pendukung / supporter kesebelasan sepak bola Persija Jakarta yang berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Lebak Bulus. Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan berkumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan.Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut.
Sejarah
The Jakmania saat sedang mendukung Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno
Ide terbentuknya The Jakmania muncul dari Diza Rasyid Ali, manager Persija saat itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Sebagai pembina Persija, memang Sutiyoso sangat menyukai sepak bola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali persepak bolaan Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung.
Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat, yaitu Gugun Gondrong yang merupakan sosok paling ideal di saat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.
Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.
Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T. Ferry Indrasjarief yang lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.
Bung Ferry memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Di bawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos Pelita Jaya[rujukan?], The Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung.
Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional Indonesia berlaga jelang Piala Asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7.200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah.
Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 70.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu Hanandiyo Ismayani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang.
Prestasi
2003 - Supporter favorit dalam Sepak Bola Award - ANTV
2008 - Supporter Terbaik dalam Liga Indonesia
Jak Online
Suasana saat The Jakmania mendukung Persija Jakarta di Stadion Lebak Bulus. Tampak terlihat mereka membentangkan spanduk situs online mereka.
Dengan latar belakang pentingnya kebutuhan akan informasi serta dilain sisi untuk mengenalkan lebih jauh mengenai The Jakmania sebagai salah satu suporter modern yang ada di Indonesia, maka berkumpullah beberapa anggota The Jakmania yang suka chatting, berdiskusi untuk membuat ide pembuatan sarana informasi dan komunikasi tersebut melalui pembuatan situs resmi The Jakmania dan Persija Jakarta.[rujukan?]
Selain itu masukan berupa saran dan pesan dari berbagai kalangan masyarakat Jakarta yang tinggal di Jakarta maupun di luar kota Jakarta sangat membantu dalam pendirian situs tersebut. Pada akhirnya Situs The Jakmania Online dengan web address http://www.jakmania.net, diluncurkan atau soft launching pada tanggal 7 Juni 2001. Seiring dengan perjalanan waktu, akhirnya web address Jakmania Online mengalami perubahan. Sejak tahun 2002, alamat situs The Jakmania menjadi http://www.jakmania.org dan situs yang kedua yaitu www.thejakmania.net
The Jakmania adalah kelompok pendukung / supporter kesebelasan sepak bola Persija Jakarta yang berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Lebak Bulus. Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan berkumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan.Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut.
Sejarah
The Jakmania saat sedang mendukung Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno
Ide terbentuknya The Jakmania muncul dari Diza Rasyid Ali, manager Persija saat itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Sebagai pembina Persija, memang Sutiyoso sangat menyukai sepak bola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali persepak bolaan Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung.
Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat, yaitu Gugun Gondrong yang merupakan sosok paling ideal di saat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.
Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.
Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T. Ferry Indrasjarief yang lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.
Bung Ferry memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Di bawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos Pelita Jaya[rujukan?], The Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung.
Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional Indonesia berlaga jelang Piala Asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7.200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah.
Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 70.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu Hanandiyo Ismayani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang.
Prestasi
2003 - Supporter favorit dalam Sepak Bola Award - ANTV
2008 - Supporter Terbaik dalam Liga Indonesia
Jak Online
Suasana saat The Jakmania mendukung Persija Jakarta di Stadion Lebak Bulus. Tampak terlihat mereka membentangkan spanduk situs online mereka.
Dengan latar belakang pentingnya kebutuhan akan informasi serta dilain sisi untuk mengenalkan lebih jauh mengenai The Jakmania sebagai salah satu suporter modern yang ada di Indonesia, maka berkumpullah beberapa anggota The Jakmania yang suka chatting, berdiskusi untuk membuat ide pembuatan sarana informasi dan komunikasi tersebut melalui pembuatan situs resmi The Jakmania dan Persija Jakarta.[rujukan?]
Selain itu masukan berupa saran dan pesan dari berbagai kalangan masyarakat Jakarta yang tinggal di Jakarta maupun di luar kota Jakarta sangat membantu dalam pendirian situs tersebut. Pada akhirnya Situs The Jakmania Online dengan web address http://www.jakmania.net, diluncurkan atau soft launching pada tanggal 7 Juni 2001. Seiring dengan perjalanan waktu, akhirnya web address Jakmania Online mengalami perubahan. Sejak tahun 2002, alamat situs The Jakmania menjadi http://www.jakmania.org dan situs yang kedua yaitu www.thejakmania.net

Episodes
| Episode 001: False Peace | 237 MB | 23:54 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 002: Phase-02 The Name is Gundam | 244 MB | 23:54 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 003: Phase-03 The Collapsed Homeland | 225 MB | 23:52 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 004: Phase-04 Silent Run | 195 MB | 23:54 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 005: Phase-05 Phase Shift Down | 267 MB | 28:09 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 006: Phase-06 Disappearing Gundam | 221 MB | 23:54 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 007: Phase-07 The Scars of Space | 206 MB | 23:54 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 008: Phase-08 The Songstress of the Enemy Forces | 223 MB | 23:54 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 009: Phase-09 The Dimming Light | 246 MB | 23:54 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 010: Phase-10 Separate Ways | 225 MB | 23:54 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 011: Phase-11 The Awakening Sword | 218 MB | 23:53 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 012: Phase-12 Flay`s Decision | 183 MB | 23:54 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 013: Phase-13 Stars Falling in Space | 234 MB | 23:54 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 014: Phase-14 Within Endless Time | 229 MB | 23:55 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 015: Phase-15 The Respective Solitude | 229 MB | 23:55 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 016: Phase-16 The Flaming Sand-Dust | 232 MB | 23:56 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 017: Phase-17 Cagalli Again | 219 MB | 23:56 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 018: Phase-18 Payback | 238 MB | 23:56 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 019: Phase-19 Fangs of the Enemy | 237 MB | 23:56 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 020: Phase-20 In the Days of Tranquility | 216 MB | 23:54 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 021: Phase-21 The End of the Sand-Dust | 249 MB | 23:56 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 022: Phase-22 The Sea Dyed Crimson | 234 MB | 23:56 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 023: Phase-23 A Fateful Meeting | 233 MB | 23:56 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 024: Phase-24 A Two-Man War | 227 MB | 23:56 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 025: Phase-25 A Peaceful Nation | 233 MB | 23:54 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 026: Phase-26 Moment | 247 MB | 23:56 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 027: Phase-27 Endless Rondeau | 224 MB | 23:56 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 028: Phase-28 Kira | 228 MB | 23:56 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 029: Phase-29 Wedge of Faith | 230 MB | 23:56 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 030: Phase-30 A Flash of a Moment | 246 MB | 23:54 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 031: Phase-31 A Sky of Lamentation | 233 MB | 23:56 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 032: Phase-32 On the Ground of Promise | 235 MB | 23:56 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 033: Phase-33 The Quickening of the Darkness | 255 MB | 23:56 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 034: Phase-34 The Place of Attention | 243 MB | 23:56 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 035: Phase-35 Sword that Descends from the Skies | 270 MB | 23:54 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 036: Phase-36 In the Name of Justice | 228 MB | 23:55 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 037: Phase-37 The Wrath of God | 254 MB | 23:55 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 038: Phase-38 Gunfire of Resolution | 242 MB | 23:55 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 039: Phase-39 Athrun | 246 MB | 23:55 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 040: Phase-40 Towards the Dawning Space | 242 MB | 23:54 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 041: Phase-41 The Shaking World | 246 MB | 23:55 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 042: Phase-42 Lacus Sorties | 259 MB | 23:55 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 043: Phase-43 The One Who Blocks the Way | 286 MB | 23:54 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 044: Phase-44 Whirlwind of Encounters | 303 MB | 23:54 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 045: Phase-45 The Opening Door | 294 MB | 23:54 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 046: Phase-46 Where the Soul Belongs | 297 MB | 23:56 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 047: Phase-47 Repeated Nightmare | 270 MB | 23:56 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 048: Phase-48 Day of Fury | 321 MB | 23:56 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 049: Phase-49 The Final Light | 344 MB | 23:56 | japanese, english | Anime HQ |
| Episode 050: Phase-50 Towards an Endless Tomorrow | 352 MB | 23:24 | japanese, english | Anime HQ |
Navigation
